PSIKOLOGI MANAJEMEN
Definisi Psikologi Manajemen
Manajemen adalah proses perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi
dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah
ditetapkan (Stoner).
APA YANG DIMAKSUD SUMBER DAYA MANUSIA?
·
Sumber
Daya Manusia atau human recources mengandung dua pengertian. Pertama, adalah usaha kerja atau jasa yang dapat diberikan
dalam proses produksi. Dalam hal lain SDM mencerminkan kualitas usaha yang
diberikan oleh seseorang dalam waktu tertentu untuk menghasilkan barang dan
jasa. Pengertian kedua, SDM menyangkut manusia yang mampu bekerja untuk
memberikan jasa atau usaha kerja tersebut. Mampu bekerja berarti mampu
melakukan kegiatan yang mempunyai kegiatan ekonomis, yaitu bahwa kegiatan
tersebut menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan atau
masyarakat.
·
Mary
Parker Follett Manajemen Sumber Daya Manusia adalah suatu seni untuk mencapai
tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksanakan
berbagai pekerjaan yang diperlukan, atau dengan kata lain tidak melakukan
pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
·
SDM
terdiri dari daya fikir dan daya fisik setiap manusia. Tegasnya kemampuan
setiap manusia ditentukan oleh daya fikir dan daya fisiknya. SDM atau manusia
menjadi unsur utama dalam setiap aktivitas yang dilakukan. Peralatan yang
handal atau canggih tanpa peran aktif SDM, tidak berarti apa-apa. Daya pikir
adalah kecerdasan yang dibawa sejak lahir (modal dasar) sedangkan kecakapan
diperoleh dari usaha (belajar dan pelatihan). Kecerdasan tolok ukurnya
Intelegence Quotient (IQ) dan Emotion Quality (EQ).
AKTIFITAS
APA SAJA YANG DILAKUKAN SDM?
Fokus utama manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)
adalah memberikan kontribusi pada suksesnya organisasi. Kunci untuk
meningkatkan kinerja organisasi adalah dengan memastikan aktivitas SDM
mendukung usaha organisasi yang terfokus pada produktivitas, pelayanan dan
kualitas.
Ø Produktivitas.
Diukur dari jumlah output per tenaga kerja, peningkatan tanpa henti pada
produktivitas telah menjadi kompetisi global. Produktivitas tenaga kerja di sebuah
organisasi sangat dipengaruhi oleh usaha, program dan sistem manajemen.
Ø Kualitas.
Kualitas suatu barang/jasa akan sangat mempengaruhi kesuksesan jangka panjang
suatu organisasi.Bila suatu organisasi memiliki reputasi sebagai penyedia
barang/jasa yang kualitasnya buruk, perkembangan dan kinerja organisasi
tersebut akan berkurang.
Ø Pelayanan. SDM
sering kali terlibat pada proses produksi barang/jasa. Manajemen SDM harus
disertakan pada saat merancang proses tersebut. Pemecahan masalah harus
melibatkan semua karyawan, tidak hanya manajer, karena sering kali membutuhkan
perubahan pada budaya perusahaan, gaya kepemimpinan dan kebijakan SDM.
Untuk mencapai sasaran tersebut, manajemen SDM
haruslah terdiri dari aktivitas-aktivitas yang saling berkaitan. Aktivitas SDM
adalah sebagai berikut:
- Perencanaan dan Analisis SDM
Aktivitas perencanaan
ini dilakukan untuk mengantisipasi kekuatan yang akan mempengaruhi pasokan dan
permintaan akan tenaga kerja. Sedangkan, aktivitas analisis dan penilaian
selektivitas SDM juga penting dilakukan sebagai bagian dari menjaga daya saing
organisasi. Dukungan informasi akurat dan tepat waktu yang didapatkan dari
Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM) sangat dibutuhkan untuk menunjang
aktivitas ini.
- Kesetaraan Kesempatan Bekerja
Kepatuhan pda hukum dan
peraturan Kesetaraan Kesempatan Bekerja (Equal Employment Opportunity - EEO)
mempengaruhi aktifitas SDM lainnya dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan
dari manajemen SDM. Contohnya, perencanaan SDM harus memastikan sumber tenaga
kerja yang bervariasi untuk memenuhi jumlah tenaga kerja yang ditetapkan oleh
hukum dan peraturan. Selain itu, pada saat perekrutan, seleksi dan pelatihan,
semua manajer harys mengerti peraturan ini.
- Perekrutan/Staffing
Sasaran perekrutan
adalah untuk menyediakan pasokan tenaga kerja yang cukup untuk memenuhi
kebutuhan organisasi. Dengan mengerti apa yang dilakukan oleh tenaga kerja,
analisis perkerjaan (job analysis) adalah dasar dari fungsi perekrutan. Dari
sini, uraian pekerjaan (job description) dan spesifikasi pekerjaan (job
spesification), dapat dipersiapkan untuk proses perekrutan. Proses seleksi
sangatlak menekankan pada pemilihan orang yang memenuhi kriteria persyaratan
(qualified) untuk mengisi lowongan pekerjaan.
- Pengembangan SDM
Pekerjaan pasti akan
berevolusi dan berubah, karena itu diperlukan pelatihan yang berkesinambungan
untuk tanggap pada perubahan teknologi. Pengembangan semua tenaga kerja,
termasuk pengawas (supervisor) dan manajer, diperlukan iuntuk menyiapkan
organisasi menghadap tantangan ke depan. Perencanaan Karir (Career Planning)
mengidentifikasi jalur dan aktivitas setiap individu yang berkembang di suatu
organisasi.
- Kompensasi dan Keuntungan
Kompensasi diberikan
pada tenaga kerja yang melakukan kerja organisasi seperti pembayaran (pay),
insentif (incentive), dan keuntungan (benefits). Perusahaan harus mengembangkan
dan selalu memperbaiki sistem upah dan gaji. Program insentif seperti pembagian
keuntungan dan penghargaan atas produktivitas semakin banyak dilakukan.
Peningkatan biaya pada keuntungan, contohnya pada keuntungan pemeliharaan
kesehatan, selalu menjadi isu penting.
- Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Kerja
Kesehatan dan
keselamatan fisik serta mental tenaga kerja adalah hal yang utama. Occupational
Safety and Health Act (OSHA) atau Undang-Undang Keselamatan dan Kesehatan Kerja
telah membuat organisasi lebih tanggap atas isu kesehatan dan keselamatan.
Pertimbangan tradisional atas keselamatan kerja terfokus pada mengurangi atau
menghapuskan kecelakaan kerja. Pertimbangan lain adalah pada isu kesehatan yang
timbul pada lingkungan kerja yang berbahaya seperti resiko terkena bahan kimia
atau teknologi baru. Keamanan tempat kerja juga semakin penting karena
kekerasasn tidak jarang terjadi di sini.
- Hubungan Tenaga Kerja dan Buruh / Manajemen
Hak-hak tenaga kerja
harus diperhatikan, tidak peduli apakah ada atau tidak ada serikat tenaga
kerja. Komunikasi dan pembaharuan kebijakan dan peraturan SDM sangat penting
untuk dikembangkan sehingga manajer dan tenaga kerja tahu apa yang diharapkan
dari mereka.
APA
ITU KEPEMIMPINAN?
·
kepemimpinan adalah kemampuan untuk
mempengaruhi perilaku seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan
tertentu pada situasi tertentu.
·
kepemimpinan adalah kemampuan untuk
mempengaruhi perilaku Aeseorang atau sekelompok orang untuk meneapai tujuan
tertentu pada situasi tertentu. Kepemimpinan merupakan masalah sosial yang di
dalamnya terjadi interaksi antara pihak yang memimpin dengan pihak yang
dipimpin untuk mencapai tujuan bersama, baik dengan cara mempengafuhi,
membujuk, memotivasi dan mengkoordinasi.
APA
MANFAAT KEPEMIMPINAN?
·
Menjaga koordinasi dan integrasi di
dalam organisasi supaya bisa berlangsung dengan manjur.
·
Merumuskan tujuan institusional atau
organisasional dan menentukan sarana dan cara-cara yang efisien dalam mencapai
tujuan tersebut.
·
Manfaat Instruktif, adalah pemimpin
sebagai komunikator yang menentukan apa (isi perintah), bagiamana (cara
mengerjakan perintah), bilamana (waktu mengawali, melaksanakan dan mengabarkan
hasilnya), dan diman (tempat mengerjakan perintah) supaya keputusan bisa
diwujudkan dengan cara manjur. Jadi manfaat orang yang dipimpin hanyalah
melaksanakan sebuahperintah.
·
Manfaat Konsultatif, adalah pemimpin
memakai manfaat konsultatif sebagai bentuk dari komunikasi dua arah untuk usaha
menetapkan keputusan yang membutuhkan pertimbangna dan konsultasi dengan orang
yang dipimpinnya.
·
Manfaat Partisipasi, adalah pemimpin
bisa mengaktifkan anggotanya dalam pengambilan keptuusan maupun dalam
melaksanakannya.
·
Manfaat Delegasi, adalah pemimpin memberbagi
pelimpahan wewenang yang membikin alias hingga dengan menetapkan keputusan.
Manfaat delegasi adalah kepercayaan seorang pemimpin terhadap seorang yang
diberbagi pelimpahan wewenang untuk bertanggung jawab.
·
Manfaat Pengendalian, adalah pemimpin
bisa membimbing, mengarahkan, koordinasi dan penglihatan terhadapa aktivitas
anggotanya.
daftar pustaka
Leavitt,
Harold J. (1992). Psikologi Manajemen. Jakarta: Erlangga.
Robert L. Mathis, John H.Jackson. Manajemen Sumber Daya
Manusia. Thomson Learning. 2001
Materi Kepemimpinan dari Paguyuban Abang Mpok Kota Bekasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar