Jumat, 20 November 2015

Pengaruh Teknologi Internet Bagi Perkembangan Anak

Pengaruh Teknologi Internet Bagi Perkembangan Anak
Internet adalah jaringan global antar komputer untuk berkomunikasi dari suatu lokasi ke lokasi lain di belahan dunia. Dalam internet terdapat berbagai macam informasi, baik yang baik maupun yang buruk, yang benar maupun yang tidak. Semua informasi itu dapat diakses lewat internet. Penggunaan internet berkembang dengan pesat. Kini masyarakat dapat dengan mudah mengakses internet di warnet atau melalui laptop dengan modem ataupun wireless-connected, bahkan lewat HP. Jumlah pengguna internet pun terus bertambah. Berdasarkan perhitungan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) terdapat sekitar 25 juta pengguna internet. Peningkatan pengguna internet diprediksi akan terus meningkat sekitar 25 persen setiap tahunnya. Departemen Komunikasi dan Informatika mengemukakan, sekitar 50% penduduk Indonesia pada tahun 2015 yang diperkirakan berjumlah 240 juta jiwa, atau sebanyak 120 juta jiwa, diharapkan sudah terhubung dan mampu menggunakan internet. Harapan tersebut sesuai dengan deklarasi World Summit On Informastion Society (WSIS) tahun 2003, dengan point terpentingnya adalah pada tahun 2015 sekitar 50% penduduk dunia harus memiliki akses informasi yang terhubung dan mampu menggunakan internet. Sebuah data menunjukkan bahwa dari jumlah pengguna internet di atas, rata-rata pengguna internet di perkotaan 60% adalah di bawah 30 tahun. Artinya, para pengguna itu adalah anak-anak dan remaja. Internet pun lalu berpengaruh terhadap perkembangan dan pertumbuhan mereka, khususnya perkembangan pada anak.
Internet sudah bukan merupakan hal yang asing bagi anak-anak jaman sekarang. Bahkan di Jakarta atau mungkin juga di kota - kota besar bisa kita temukan anak-anak berseragam Sekolah Dasar yang asyik di depan komputer di warnet - warnet umum. Pernah iseng saya bertanya, apa yang anak - anak tersebut lakukan di internet, dan jawabannya sangat bervariasi. Mulai mencari bahan untuk mengerjakan tugas, update status facebook, sampai dengan bermain game online. Disadari atau tidak, dampak internet untuk perkembangan anak sangatlah luar biasa. Karena dengan terkoneksi internet, semua hal baik itu hal yang berguna bagi anak maupun hal yang berbahaya untuk perkembangan anak bisa diakses dengan bebas.
Dampak internet untuk perkembangan anak sendiri dibagi menjadi 2, yaitu  dampak yang positif dan dampak yang negatif. Setiap orang tua pasti menyadari bahwa kemajuan teknologi akan selalu memberikan dampak bagi kehidupan manusia. Teknologi itu sendiri juga bagai dampak yang berbeda bagi setiap orang. Untuk meminimalisir dampak negatid internet untuk perkembangan anak, dibutuhkan kontrol yang ketat dari masing - masing orang tua. Sekarang yang menjadi masalah adalah bila anak mengakses internet dari warnet umum. Akan sangat kecil kemungkinan bagi orang tua untuk bisa mendampingi anak mereka selama mereka mengakses internet di warnet umum. Oleh karena itu, dibutuhkan banteng agama yang kuat juga pada diri anak sehingga anak sendirilah yang akan menyaring mana yang bagus serta mana yang tidak bagus bagi mereka.
Pengaruh internet terhadap perkembangan remaja dapat dilihat lewat empat parameter yakni, perkembangan fisik, perkembangan kognitif, perkembangan emosional, dan perkembangan sosial.

Ø  Perkembangan fisik
Seorang anak pada masanya mengalami perubahan-perubahan pada tubuh, otak, kapasitas sensoris dan keterampilan motorik. Perubahan-perubahan itu merupakan peralihan dari fisik anak-anak menuju fisik orang dewasa. Fisik seorang remaja bergerak menuju kematangan. Tanda paling mencolok dari perkembangan fisik anak adalah perkembangan alat-alat genital, baik yang primer dan sekunder. Dalam hal ini internet dapat merangsang pertumbuhan fisik anak. Situs-situs vulgar, cybersex yang berisi materi-materi yang berbahaya secara tidak langsung merangsang pertumbuhan dan perkembangan seksualitas seorang anak. Dalam hal ini peran orang tua sangat penting untuk memberi pemahaman terhadap perkembangan seksualitas remaja.

Meskipun demikian,  kecanduan internet juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan fisik seorang remaja bahkan dapat mengganggu perkembngan fisiknya. Dampak-dampak buruk itu antara lain; 1) Makan menjadi tidak teratur; 2) Tidur menjadi tidak teratur; 3) Kelelahan fisik.

Ø  Perkembangan kognitif
Anak - anak sangat aktif membangun dunia kognitifnya. Mereka sudah mempunyai pola pikir sendiri alam menanggapi masalah, memilah-milah dan mengorganisir ide-ide dan menciptakan ide baru. Kemampuan anak dalam belajar, memori, menalar, berpikir dan bahasa sangat berkembang sehingga mereka dapat berpikir secara abstrak atau tentang sesuatu yang abstrak. Mereka mampu berspekulasi. Mereka mulai mempertanyakan keabsahan pemikiran yang ada dan mempertimbangkan banyak alternatif pemikiran yang lain sehingga seringkali mereka mengalami konflik pemahaman. Internet dapat menjadi salah satu sarana anak memperoleh informasi serta jawaban-jawaban dari masalah yang dihadapi. Internet dapat memperluas wawasan berpikir anak. Akan tetapi, apabila seorang anak kecanduan internet, ia menjadi terikat pada internet. Internet lalu dijadikan satu-satunya sumber kebenaran. Seorang anak tidak lagi mampu membedakan hal-hal mana yang nyata dan hal-hal mana yang maya. Baginya yang maya juga nyata. Anak - anak menjadi kehilangan pola pikirnya sendiri. Pola pikirnya sangat dipengaruhi pola pikir yang ada dalam internet.

Ø  Perkembangan Emosional
Masa anak - anak merupakan masa yang penuh gejolak . Ketegangan emosi meninggi karena adanya perubahan fisik dan kelanjar, pencarian identitas diri, serta konflik-konflik sosial. Selain itu, mereka sangat rentan terhadap pendapat orang lain tentang dirinya dan sangat memperhatikan dirinya sendiri.  
Internet dapat membantu perkembangan emosi seorang anak. Mereka dapat melampiaskan segala perasaan yang ada dalam dirinya dengan berbagai cara seperti lewat situs jejaring sosial, Facebook atau Twiter. Mereka dapat menampilkan diri sesuai yang ia inginkan dalam internet. Akan tetapi,  kecanduan internet dapat mengganggu perkembangan emosi anak. Kecanduan internet dapat mengakibatkan gangguan mental seperti; 1) Online Intermittent Explosive Disorder (OIED), gangguan kepribadian berupa emosi yang meledak-ledak saat online; 2) Low Forum Frustration Tolerance (LFFT), mencari-cari kepuasan segera atau penghindaran dari rasa sakit dengan segera; 3) Munchausen Syndrom, membuat kebohongan, menirukan, menambah buruk suatu keadaan, atau mempengaruhi diri sendiri agar sakit dengan tujuan diperlakukan seperti orang sakit; 4) Online Obsessive-Compulsive Personality Disorder (OOCPD), gangguan kepribadian yang tergoda untuk memaksa orang lain pada saat online khususnya masalah bahasa; 5) Low Cyber Self-Esteem (LCSE) atau penghargaan terhadap diri sendiri yang rendah; dan 6) Internet Asperger’s Syndrome, hilangnya semua aturan sosial dan empati pada diri seseorang, disebabkan tanpa alasan selain hanya secara kebetulan berhadapan dengan sebuah benda mati; berkomunikasi via papan tombol dan monitor pada suatu waktu.

Ø  Perkembangan Sosial
 seorang anak mulai melepaskan diri dari orang tua. Mereka mulai menyesuaikan diri dengan lawan lingkungan. Kelompok teman sebaya sangat berpengaruh dalam pergaulan anak.
Internet dapat membantu anak dalam bersosialisasi. Internet memudahkan mereka menjalin relasi dengan teman - temannya. Jarak dan waktu tidak lagi menjadi halangan dalam hal komunikasi. Akan tetapi, sebuah penelitian menggungkapkan bahwa seorang anak yang kecanduan internet cenderung mengalami penurunan keinginan untuk berkomunikasi secara langsung, tatap muka, khususnya dengan keluarga. Lebih dari itu, sebenarnya internet telah membatasi pergaulan seorang anak. Seorang anak yang kecanduan internet hanya bisa berelasi dengan mereka yang juga mampu mengakses internet. Mereka sangat selektif dalam memilih teman. Relasi yang sebenarnya sangat luas dipersempit.

INTERNET, SUMBER MASALAH ?
Banyak orang berpendapat bahwa internet membawa pengaruh buruk bagi anak. Akan tetapi, opini ini harus dikritisi. Internet tidak selamanya berdampak negatif. Internet juga memberi banyak manfaat yang membantu perkembangan seorang individu, khususnya pada anak. Dampak negatif itu mucul ketika seorang pengguna internet kecanduan internet yang disebut sebagai Internet Addiction Disorder (IAD). Kecanduan inilah yang memunculkan dampak negatif dalam perilaku seorang pengguna internet. Kecanduan ini yang menjadi masalah dalam penggunaan internet. Adalah tugas para orang tua, pendidik, dan orang yang tahu akan bahaya kecanduan internet untuk mencegah para remaja menjadi kecanduan internet.

Berikut adalah dampak positif internet pada anak :
Ø  Internet membuat pola pikir anak menjadi lebih terbuka
Ø  Internet bisa menumbuhkan daya kreativitas anak
Ø  Dengan banyak duduk di depan komputer untuk mengakses internet, maka anak akan memiliki koordinasi yang baik antara mata, otak, dan tangan.
Ø  Internet juga bisa memberikan dampak yang positif bagi anak dalam memecahkan masalah yangs edang mereka hadapi
Ø  Dengan sering berhubungan dengan dunia internet, membuat anak menjadi lebih bisa berfikir kritis dan berkonsentrasi pada suatu hal
Ø  Internet bisa mengasah kemampuan anak dalam bidang verbal dan non verbal
Ø  Cara berfikir logis juga bisa ditumbuhkan melalui internet.
Ø  Kemampuan kognitif memori anak bisa berkembang dengan pesat  bila anak sering mengakses internet.

g
j  SUMBER

    Ali Nugraha, dkk. (2008). Program Pelibatan Orang Tua dan Masyarakat (PAUD4205). Buku Materi Pokok. Jakarta: Universitas Terbuka.
  
P  Prabowo, Hendro. Arum Etikariena. 2003. Naskah Workshop Psynet Riset Psikologi di Internet. Jakarta: Gramedia











Rabu, 21 Oktober 2015

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET

Seiring dengan perkembangan IPTEK, rasanya sulit hidup di jaman modern ini tanpa menggunakan internet. Segalanya menjadi lebih mudah dan praktis dengan menggunakan koneksi internet, seperti berkomunikasi, bertransaksi jual beli, bertukar informasi, dan masih banyak lagi yang lainya.
   Apakah anda pernah merasakan tidak bisa lepas dari komputer, laptop, atau handphone dengan akses internet??? Dan akan merasa ada sesuatu yang hilang bila sehari saja anda tidak dapat mengakses internet??? Waspadahal, barang kali anda sudah termasuk kedalam kecanduan internet
   Pecandu Internet menurut Young dalam situs (wartawarga.gunadarma.co.id) adalah “Individu yang kecanduan internet memiliki kecenderungan yang kuat dalam melakukan aktivitas-aktivitas yang hanya dilakukan sendiri (solitary activities) dan membatasi aktivitas sosialnya”.
   Internet Addiction Disorder (IAD) atau gangguan kecanduan internet meliputi segala macam hal yang berhubungan dengan internet seperti jejaring sosial, email, pornografi, judi online, game online, chatting dan lain-lain. Jenis gangguan ini memang tidak tercantum pada manual diagnostik dan statistik gangguan mental, atau yang biasa disebut dengan DSM, namun secara bentuk dikatakan dekat dengan bentuk kecanduan akibat judi, selain itu badan himpunan psikolog di Amerika Serikat secara formal menyebutkan bahwa kecanduan ini termasuk dalam salah satu bentuk gangguan.
Adiksi terhadap internet terlihat dari intensi waktu yang digunakan seseorang untuk terpaku di depan komputer atau segala macam alat elektronik yang memiliki koneksi internet, dimana akibat banyaknya waktu yang mereka gunakan untuk online membuat mereka tidak peduli dengan kehidupan mereka yang terancam diluar sana, seperti nilai yang buruk disekolah atau mungkin kehilangan pekerjaan dan bahkan meninggalkan orang-orang yang mereka sayangi.

HUBUNGAN PSIKOLOGI DENGAN TEKNOLOGI INTERNET


Kata “internet” mungkin sudah tak asing lagi di telinga kita. “ya” seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi internet bukan menjadi barang yang aneh lagi melainkan sudah menjadi salah kebutuhan yang dapat mempermudah segala aktivitas dan pekerjaan manusia. Internet merupakan media pertukaran informasi terbesar di dunia, kejadian di belahan bumi manapun informasinya akan cepat tersebar dan kita dapat mengaksesnya tanpa harus meninggalkan aktifitas yang sedang kita lakukan.
  • Menurut wikipedia, Internet (kependekan dari interconnection-networking) adalah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet.
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku setiap manusia dari yang tampak maupun tidak nampak,dari sisi fisik dan psikis. Internet adalah sebuah perkembangan yang dilahirkan oleh kemajuan tekhologi. Kedua nya seakan berjalan beriringan dan menjadikannya suatu hal yang saat ini sulit untuk di pisahkan.
Penggunaan teknologi berkembang dengan cepat dalam segala bidang kehidupan (seperti, pendidikan, perdagangan, sosial, budaya dan militer). Perkembangan teknologi khususnya internet sedikit banyak mempengaruhi cara dan pola perilaku manusia sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat pergeseran antara hubungan manusia dengan teknologi, yaitu ketika sebuah kondisi dimana manusia menjadi tergantung pada teknologi mulai terbentuk.
teknologi komputer, internet, elektronik game akan berpengaruh pada berbagai aspek psikologi. Berbagai aspek yang kiranya akan terpengaruh akan diuraikan berikut ini:
1. Perkembangan kognitif
Internet dapat berpengaruh terhadap perkembangan kognitif manusia, misalnya saja berbagai Informasi yang ada baik itu buruk atau baik dalam melihatnya atau membacanya serta memahami informasi yang ada dapat membantu meningkatkan proses kognitif manusia. Serta bagaimana seseorang menyikapi berbagai fenomena yang terjadi dan tersebar di internet.
2. Perkembangan Seksualitas
Mudahnya akses internet maka dapat mempengaruhi pandangan kita tentang seks. Seorang anak dapat dengan mudah mengakses konten-konten yang berbau negatif dalam hal ini perlu adanya kontrol dari orang tua terhadap aktifitas anak dalam mengakses internet dan memberikan pendidikan seks terhadap anak sedari dini agar anak tidak mencari tahu sendiri dan menjerumus ke hal yang negatif, serta peran pemerintah sebagai pemilik otoritas yang dapat membatasi meluasnya akses terhadap konten-konten yang berbau negatif tersebut.
3. Pola Interaksi antar Manusia
Teknologi dapat mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat, tak dapat dipungkiri lagi bahwa teknologi dan internet dapat mempermudah kita untuk berkomunikasi dengan siapapun, kapanpun, dan dimanapun tanpa ada batasan jarak dan waktu. Namun disisi lain hal tersebut dapat mengurangi intensitas interaksi tatap muka secara langsung yang tergantikan dengan pesan singkat atau media sosial yang lainnya.
4. Kecemasan teknologi
Seseorang akan takut hasil karyanya yang dipublikasikan di intrnet akan di coppy dan diakui oleh orang lain sebagai hasil karyanya.
5. Kerahasiaan alat tes semakin terancam
Dalam hal ini menurut saya semakin mudahnya kita untuk mengakses berbagai informasi maka ada kemungkinan juga alat-alat tes dapat kita lihat. Yang seharusnya alat-alat tes ini menjadi rahasia dan hanya orang-orang/ilmuwan psikologi yang telah mendapat ijin saja yang memegangnya sekarang dapat dengan mudah kita akses di internet.
6. Penggusuran manusia
Teknologi yang terus berkembang akan meyebabkan peranan manusia akan tergantikan oleh teknologi yang diciptakannya sendiri.
7. Kerahasiaan alat tes semakin terancam
Dalam hal ini menurut saya semakin mudahnya kita untuk mengakses berbagai informasi maka ada kemungkinan juga alat-alat tes dapat kita lihat. Yang seharusnya alat-alat tes ini menjadi rahasia dan hanya orang-orang/ilmuwan psikologi yang telah mendapat ijin saja yang memegangnya sekarang dapat dengan mudah kita akses di internet.
 Apakah anda pernah merasakan tidak bisa lepas dari komputer, laptop, atau handphone dengan akses internet??? Dan akan merasa ada sesuatu yang hilang bila sehari saja anda tidak dapat mengakses internet??? Waspadahal, barang kali anda sudah termasuk kedalam kecanduan internet
Pecandu Internet adalah “Individu yang kecanduan internet memiliki kecenderungan yang kuat dalam melakukan aktivitas-aktivitas yang hanya dilakukan sendiri (solitary activities) dan membatasi aktivitas sosialnya”.
Internet Addiction Disorder (IAD) atau gangguan kecanduan internet meliputi segala macam hal yang berhubungan dengan internet seperti jejaring sosial, email, pornografi, judi online, game online, chatting dan lain-lain. Jenis gangguan ini memang tidak tercantum pada manual diagnostik dan statistik gangguan mental, atau yang biasa disebut dengan DSM, namun secara bentuk dikatakan dekat dengan bentuk kecanduan akibat judi, selain itu badan himpunan psikolog di Amerika Serikat secara formal menyebutkan bahwa kecanduan ini termasuk dalam salah satu bentuk gangguan.
Adiksi terhadap internet terlihat dari intensi waktu yang digunakan seseorang untuk terpaku di depan komputer atau segala macam alat elektronik yang memiliki koneksi internet, dimana akibat banyaknya waktu yang mereka gunakan untuk online membuat mereka tidak peduli dengan kehidupan mereka yang terancam diluar sana, seperti nilai yang buruk disekolah atau mungkin kehilangan pekerjaan dan bahkan meninggalkan orang-orang yang mereka sayangi.

5 PENYEBAB KECANDUAN INTERNET

  1. Masalah Pribadi
Sebagai manusia tentunya kita tidak bisa lari berbagai masalah yang muncul setiap harinya. Meskipun berulang kali diselesaikan, namun masalah baru selalu muncul dan memberikan warna tersendiri bagi hidup manusia.
Bagi beberapa orang, masalah-masalah tersebut justru membuat hidup mereka lebih bermakna. Namun berbeda dengan ‘calon’ pecandu internet. Masalah-masalah yang muncul tiada henti sering membuat mereka membutuhkan sesuatu untuk ‘menyandarkan’ diri, dan internet adalah salah satunya. Kecanduan internet yang disebabkan oleh masalah pribadi seperti ini biasanya mirip dengan kecanduan rokok, alkohol, dan narkoba.
Misalnya, seorang istri yang tidak mendapatkan perhatian dari suaminya berpotensi untuk mencari perhatian lain dari orang asing di internet. Jika dibiarkan hal ini dapat membuat wanita tersebut kecanduan internet. Bahkan, bisa saja setiap kali ada masalah dengan suami, dia akan menjadikan internet sebagai tempat ‘curahan hati’.
  1. Respon biokimia otak
Dalam beberapa kasus kecanduan, muncul sebuah perasaan nikmat saat mereka terkoneksi dan dapat berselancar di dunia maya. Perasaan senang atau nikmat tersebut kemungkinan besar terkait dengan hormon endorphin yang dikeluarkan oleh hipotalamus otak. Hormon ini keluar saat seseorang bahagia, seperti saat mengakses internet. Keluarnya hormon endorphin sendiri berbeda pada tiap orang, tergantung dari kebiasaan mereka. Oleh sebab itu, jika seseorang mulai terbiasa dengan kebahagiaan di internet secara berlebihan, terdapat kemungkinan bila dia kelak menderita IAD. Karena endorphin sendiri adalah anti nyeri alami, tidak jarang seseorang dapat terus menerus online dengan posisi yang sama tanpa merasa lelah atau nyeri. Padahal, jika melakukan kegiatan lain dengan posisi yang sama, misalnya mengerjakan tugas, akan lebih mudah bagi mereka untuk merasa capai atau pegal. Perlu diketahui bila hormon endorphin juga turut menjadi penyebab munculnya kelainan jiwa lain seperti OCD (Obsessive Convulsive Disorder). Sama seperti orang yang mengalami OCD, mereka tidak akan cepat puas jika hanya dapat online dalam waktu yang sebentar
  1. Rasa malu berlebihan
Rasa malu dapat diartikan sebagai perasaan tidak nyaman saat melakukan sebuah interaksi dengan orang lain atau ketika masuk kesegala hubungan sosial dengan masyarakat. Rasa malu yang berlebih kerap membuat seseorang menjauh dari apa yang mereka cita-citakan, meningkatkan kecemasan, hingga pikiran negatif.
 Seseorang yang memiliki rasa malu tinggi saat melakukan interaksi di dunia nyata seringkali lebih nyaman saat berkomunikasi di dunia maya. Internet juga menawarkan sesuatu yang sulit didapat di dunia nyata, yakni ‘profil’ anonim. Dengan menjadi anonim, seseorang dapat bebas berekspresi tanpa perlu takut identitasnya diketahui.
 Saat online secara anonim, rasa malu bisa hilang dan dapat berinteraksi tanpa rasa takut atau bahkan penyesalan. Hal ini lah menjadi awal mula ketergantungan internet. Internet dapat dianggap menjadi satu-satunya tempat mereka bisa bebas dan menjadi diri sendiri.
 Tentu saja hal ini tidak selamanya berdampak negatif, namun banyak yang akhirnya mengabaikan interaksi sosial di dunia nyata yang sebenarnya jauh lebih penting. Alhasil, banyak netizen dengan IAD yang hubungan keluarga atau pertemanannya rusak.
  1. Internet sebagai sarana melarikan diri
Alasan yang keempat ini boleh dibilang sebagai gabungan dari masalah pribadi dan rasa malu berlebih. Saat kedua hal tersebut terjadi pada seorang netizen, maka dirinya bisa menganggap interaksi via dunia maya menjadi sangat berguna. Bahkan tidak sedikit, orang dengan masalah berjibun menganggap forum-forum atau jejaring sosial sebagai sarana untuk relaksasi.
Tetapi perlu disadari jika motivasi untuk relaksasi tersebut bisa berkembang seiring dengan mengalirnya waktu. Saat pengguna internet sudah terlanjur memiliki ikatan yang kuat terhadap akun-akun serta pengguna lain, maka mereka sangat berpotensi untuk mengalami kecanduan internet.
  1. Berbagai kemudahan instan
Bukan internet namanya bila tidak menawarkan segala kemudahan. Mulai dari game online hingga belanja online bisa dilakukan via internet. Misalnya, hanya dengan mengakses situs belanja online serta tambahan kemudahan online banking dapat membuat seseorang menjadi pecandu internet.
Kimberley Young menyebutkan beberapa gejala utama kecanduan berinternet, tanda-tanda orang kecanduan internet adalah sebagai berikut:
  1. Pikiran pecandu internet terus-menerus tertuju pada aktivitas berinternet dan sulit untuk dibelokkan ke arah lain.
  2. Adanya kecenderungan penggunaan waktu berinternet yang terus bertambah demi meraih tingkat kepuasan yang sama dengan yang pernah dirasakan sebelumnya.
  3. Yang bersangkutan secara berulang gagal untuk mengontrol atau menghentikan penggunaan internet.
  4. Adanya perasaan tidak nyaman, murung, atau cepat tersinggung ketika yang bersangkutan berusaha menghentikan penggunaan internet.
  5. Adanya kecenderungan untuk tetap on-line melebihi dari waktu yang ditargetkan.
  6. Penggunaan internet itu telah membawa risiko hilangnya relasi yang berarti, pekerjaan, kesempatan studi, dan karier.
  7. Penggunaan internet menyebabkan pengguna membohongi keluarga, terapis dan orang lain untuk menyembunyikan keterlibatannya yang berlebihan dengan internet.
  8. Internet digunakan untuk melarikan diri dari masalah atau untuk meredakan perasaan-perasaan negatif seperti rasa bersalah, kecemasan, depresi, dan sebagainya.
Seorang pengguna sudah dapat digolongkan sebagai pecandu internet bila ia memenuhi sedikitnya lima dari delapan kriteria yang disebutkan Young ini.
gangguan kecanduan internet (Internet Addiction Disorder=IAD), mencakup sejumlah problem kontrol impuls seperti:
  1. Kecanduan cybersex (Cybersex Addiction): internet pornography, adult chat rooms, 
adult fantasy role-play.
  2. Kecanduan hubungan-cyber (Cyber-Relationship Addiction):kecanduan jejaring 
sosial, chat, text (sms) atau email
  3. Net Compulsions: game online, judi online, permainan saham online, atau lelang 
online seperti eBay yang seringkali membawa konsekuensi masalah finansial atau 
masalah pekerjaan.
  4. Kelebihan Informasi (Information Overload): selancar online atau pencarian database 
secara kompulsif
  5. Kecanduan Komputer: memainkan permainan komputer secara obsesif, seperti 
Solitaire atau Minesweeper, atau pemrogramn komputer secara obsesif.Yang paling umum dari 
    kecanduan Internet ini adalah cybersex, judi online dan kecanduan hubungan-cyber.

Bagaimana menolong anak-anak dan remaja yang mengalami Kecanduan Internet
Jika Anda membatasi penggunaan Internet secara keras bagi anak-anak Anda, maka mereka mungkin akan memberontak atau pergi ke tempat lain. Tapi Anda perlu memantau penggunaan komputer dan smartphone, mengawasi aktivitas online dan memberikan pertolongan jika anak-anak Anda memerlukan.
Jika anak-anak Anda menunjukkan tanda-tanda kecanduan Internet, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menolong:
  1. Doronglah minat-minat lainnya dan aktivitas sosial;
  2. Pantaulah penggunaan komputer dan tetapkan batasan yang jelas;
  3. Gunakan apps untuk membatasi penggunaan smartphone oleh anak-anak Anda;
  4. Bicarakanlah dengan anak-anak Anda tentang masalah-masalah yang bisa muncul 
akibat kecanduan Internet;
  5. Carilah pertolongan: mungkin dari pelatih olahraga, dokter, sahabat 
keluarga/tetangga, konselor atau psikolog.

sumber :

Christianto, Victor. 2014. Kecanduan Internet dan Terapi Kognitif Perilaku. Jakarta: Academia
Prabowo, Hendro. Arum Etikariena. 2003. Naskah Workshop Psynet Riset Psikologi di Internet. Jakarta: Gramedia
Bramy Biantoro, bahaya dunia maya! Ini 5 penyebab orang kecanduan internet, (online)
http://elearning.gunadarma.ac.id/index.php?option=com_wrapper&Itemid=36


Selasa, 11 Agustus 2015

PENGANTAR KREATIVITAS DAN KETERBAKATAN "KREATIVITAS MENGGAMBAR ANAK KEBUTUHAN KHUSUS MENTAL RETARDASI"

PENGANTAR KREATIVITAS & KEBERBAKATAN
“Kreativitas Menggambar Anak Kebutuhan Khusus Mental Retardasi”











1PA07
Aldo Septian (10514767)
Febriani Amisesa Hadi (14514116)
Depy Nurmalasari (12514727)
Luxman Hasan Basri (16514205)




Universitas Gunadarma
Fakultas Psikologi
2014/2015







KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT, karena atas limpahan karunia-Nya. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam. Manusia istimewa yang seluruh perilakunya layak untuk diteladani, yang seluruh ucapannya adalah kebenaran, yang seluruh getar hatinya kebaikan.
Terimakasih kami ucapkan kepada Kepala SLB C Angkasa serta guru dan siswa-siswanya dan terimakasih juga kepada Kepala SMPN 2 Bojong Gede serta guru dan siswa-siswanya. Tidak lupa ucapan terimakasih juga kami sampaikan kepada dosen kreatifitas dan keberbakatan kami yang telah memberikan sejuta ilmu yang baru kepada kami, dan tidak lupa juga terimakasih kepada rekan-rekan yang sudah membantu atas selesainya tugas makalah ini sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya.





Depok, 1 Agustus 2015










BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
            Bakat adalah anugerah yang tidak boleh disia-siakan dan harus dikembangkan secara maksimal. Setiap manusia terlahir dengan memiliki bakat tertentu. Bakat adalah sesuatu yang sudah dimiliki secara alamiah, yang mutlak memerlukan latihan untuk membangkitkan dan mengembangkannya seperti halnya bakat, kreativitas yang dimiliki oleh seseorang juga anugrah yang harus dipergunakan secara tepat sasaran.
            Kreativitas, disamping bermakna baik untuk pengembangan diri maupun untuk pembangunan masyarakat, juga merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Kreativitas erat kaitannya dengan kehidupan manusia. Kreativitas selalu berada dibelakang sebuah penemuan besar.
            Peserta didik adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, ia membutuhkan orang lain untuk dapat tumbuh kembang menjadi manusia yang utuh. Dalam perkembangannya, pendapat dan sikap peserta didik dapat berubah karena interaksi dan saling berpengaruh antar sesama peserta didik maupun dengan proses sosialisasi. Dengan mempelajari perkembangan kreatifitas dan keberbakatan diharapkan dapat memahami pengertian dan proses kreativitas dan keberbakatan peserta didik.
            Karakteristik spesifik anak berkebutuhan khusus pada umumnya  berkaitan dengan tingkat perkembangan fungsional. Karakteristik spesifik tersebut meliputi tingkat perkembangan sensorik motor, kognitif, kemampuan berbahasa, keterampilan diri, konsep diri, kemampuan berinteraksi social, serta kreatifitasnya. Untuk mengetahui secara jelas tentang karakteristik pada setiap siswa, guru terlebih dahulu melakukan skrining atau assessment agar mengetahui secara jelas mengenai kompetensi diri peserta didik yang bersangkutan. Assessment disini adalah kegiatan untuk mengetahui kemampuan dan kelemahan setiap peserta didik dalam segi perkembangan kognitif dan perkembangan sosial, pengamatan yang sensitive.
            Kreativitas dan bakat sangat dibutuhkan individu untuk bisa melewati seleksi alam. Perpaduan keduanya juga sangat diperlukan untuk menghasilkan produk kreativitas yang bermanfaat. Maka dari itu, kami sebagai penyusun makalah akan membuat suatu permainan yang kami beri nama brain & brawn the tactical game yang berhubungan erat dengan psikologis seseorang dalam menyelesaikan masalah yang mereka hadapi sekaligus memberikan hiburan, permainan ini dirancang dengan menggunakan efek-efek yang tentunya berkaitan dengan mood seseorang misalnya warna, dan bentuk dari suatu bangun ruang.


BAB II
LANDASAN TEORI

A. DASAR TEORI
            Setiap orang mempunyai bakat dan kemampuan yang berbeda-beda dan karena itu membutuhkan pendidikan yang berbeda-beda pula. Pendidikan bertanggung jawab untuk memandu (yaitu mengidentifikasi dan membina) serta memupuk (yaitu mengembangkan dan meningkatkan) bakat tersebut, termasuk dari mereka yang berbakat istimewa atau memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa.
            Menurut Renzulli (Munandar, 2004:6) mengungkapkan bahwa ’dulu orang biasanya mengartikan “anak berbakat” sebagai anak yang memiliki tingkat kecerdasan (IQ) yang tinggi. Namun sekarang makin disadari bahwa yang menentukan keberbakatan bukan hanya intelegensi (kecerdasan) melainkan juga kreativitas dan motivasi untuk berprestasi.
Anak berkebutuhan khusus adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan individu pada umumnya tanpa selalu menunjukkan pada ketidakmampuan mental, emosi, atau fisik. Yang termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK) antara lain: tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, gangguan perilaku, anak berbakat, anak dengan gangguan kesehatan, karena karakteristik dan hambatan yang dimiliki, ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka, contohnya bagi tunanetra mereka memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan Braille dan tunarungu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.
Menurut Mulyono (2006:26) anak berkebutuhan khusus dapat dimaknai dengan anak-anak yang tergolong cacat atau yang menyandang katentuan, dan juga anak lantib dan berbakat. Dalam perkembangannya, saat ini konsep ketunaan berubah menjadi berkelainan atau luar biasa. Ketunaan berbeda dengan konsep berkelainan. Konsep ketunaan hanya berkaitan dengan kecacatan sedangkan konsep berkelainan atau luar biasa mencakup anak yang menyandang ketunaan maupun yang dikaruniai keunggulan.
Kanner dalam Jamaris (2006:85) adalah orang yang mengemukakan istilah autism, anak autis adalah anak yang mengalami outstanding fundamental disorder, sehingga tidak mampu melakukan interaksi dengan lingkungannya. Oleh sebab itu, anak autis bersifat menutup diri dan tidak peduli, serta tidak memperhatikan lingkungannya (Greespan dan Wider dalam Jamaris, 2006:85).


Anak berkebutuhan khusus memiliki keragaman sifat, perilaku, karakteristik,dan bentuknya yaitu:
a.          Kelompok ABK dilihat dari aspek kecerdasan (intelegensi)
Dari aspek kecerdasan, anak kelompok ini terdiri dari kelompok ABK berintelegensi di atas rata-rata (supernormal) dan kelompok ABK yang berintelegensi di bawah rata-rata (subnormal).
Ø ABK supernormal meliputi:
·         Super cerdas/gifted (IQ>140)
·         Sangat cerdas/full bright (IQ 130-140)
·         Cerdas/rapid (IQ 120-130)
·         Atas normal (IQ110-120)
Ø Kelompok ABK subnormal (tunagrahita) meliputi:
·           Bawah rata-rata/dull normal (IQ 80-90)
·           Moron/ border line (IQ 70-80)
·           Debil (IQ 60-70)
·           Imbisil (30-60)
·           Idiot (IQ<30)

b.         Kelompok ABK dilihat dari aspek fisik/jasmani
Dilihat dari fisik atau jasmani kelompok anak ini dibagi menjadi beberapa kategori yaitu:
1.      Tunanetra
Individu yang indera penglihatannya (kedua-duanya) tidak berfungsi sebagai saluran penerima informasi dalam kegiatan sehari-hari seperti orang awas. Tunanetra dibagi menjadi dua yaitu:
Ø Kurang awas (low vision), yaitu anak yang masih memiliki sisa penglihatan  sedemikian rupa sehingga masih dapat sedikit melihat atau membedakan gelap dan terang.
Ø Buta (blind), yaitu anak yang sudah tidak bisa atau tidak memiliki sisa penglihatan sehingga tidak bisa membedakan gelap dan terang.
2.      Tunarungu
Yaitu anak yang kehilangan seluruh atau sebagian daya pendengarannya sehingga tidak atau kurang mampu berkomunikasi secara verbal dan walaupun telah diberikan pertolongan dengan alat bantu dengar masih tetap memerlukan pelayanan pendidikan khusus. Anak tuna rungu dapat dibagi menjadi:
·      Anak tunarungu yang kehilangan pendengaran antara 20-30 dB (slight losses)
·      Anak tunarungu yang kehilangan pendengaran antara 30- 40 dB (mild losses)
·      Anak tunarungu yang kehilangan pendengaran antara 40-60 dB(moderate loses)
·      Anak tunarungu yang kehilangan pendengaran antara 60-75 dB (severe lossses)
·      Anak tunarungu yang kehilangan pendengaran antara 75 dB keatas (profoundly losses)
3.      Tunadaksa
Anak yang mengalami kelainan atau cacat yang menatap pada alat gerak (tulang,sendi,otot) sedemikian rupa sehingga memerlukan pelayanan pendidikan khusus. Tunadaksa dibagi menjadi dua kategori yaitu:
Ø  Tunadaksa orthopedic(orthopedicallyhandicapped) yaitu mereka yang mengalami kelainan kecacatan tertentu sehingga menyebabkan terganggunya fungsi tubuh.
Ø  Tunadaksa syaraf (neurologically handicapped) yaitu kelainan yang terjadi pada anggota tubuh yang disebabkan gangguan pada urat syaraf.

c.          Anak Dengan Gangguan Emosi dan Perilaku (Tunalaras)
Anak tunalaras adalah anak yang mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri dan bertingkah laku tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam lingkungan kelompok usia maupun masyarakat pada umumnya,sehingga merugikan dirinya maupun orang lain.

d.         Kelompok ABK dilihat dari aspek atau jenis tertentu.
1.     Autisme
Yaitu gangguan perkembangan anak yang disebabkan oleh adanya gangguan pada sistem syaraf pusat yang mengakibatkan gangguan dalam interaksi sosial, komunikasi dan perilaku. Anak yang mengindap autis pada umumnya  menunjukkan perilaku tidak senang kontak mata dengan orang lain, kurang suka berteman, senang menyendiri dan asyik dengan dirinya sendiri.
2.     Hiperaktif
Istilah hiperaktif berasal dari kata hiper yang berarti kuat, tinggi, lebih, sedangkan kata aktif berarti gerak atau aktifitas jasmani. Dengan demikian hiperaktif berarti anak yang memiliki gerak jasmani yang lebih atau melebihi teman-teman seusianya. Bisa juga dikatakan anak yang memiliki gejala-gejala perilaku yang melebihi kapasitas anak-anak yang normal. Misalnya: tidak dapat duduk dengan waktu yang relatif cukup, senang berpindah-pindah tempat duduk saat kegiatan belajar berlangsung.
3.     Anak berkesulitan belajar
Anak yang secara nyata mengalami kesulitan dalam tugas-tugas akademik khusus (terutama dalam hal kemampuan membaca,menulis dan berhitung atau matematika), diduga disebabkan karena faktor disfungsi neugologis, bukan disebabkan karena faktor intelegensi (intelegensinya normal bahkan ada yang diatas normal), sehingga memerlukan pelayanan pendidikan khusus.

B. FAKTOR PENYEBAB ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Anak berkebutuhan khusus terjadi karena adanya faktor-faktor tertentu yang menjadi penyebabnya. Faktor-faktor penyebab itu menurut kejadiannya dapat dibedakan menjadi tiga peristiwa yaitu:
a.           Kejadian sebelum lahir (prenatal)
Faktor penyebab keturunan pada masa pre-natal sangat erat hubungannya dengan masalah keturunan dan pertumbuhan seorang anak dalam kandungan. Keturunan yang terjadi pada ABK yang terjadi sebelum masa kelahiran dapat disebabkan antara lain oleh hal- hal sebagai berikut:
·      Virus Liptospirosis (air kencing tikus), yang menyerang ibu yang sedang hamil. Jika virus ini merembet pada janin yang sedang dikandungnya melalui placenta maka ada kemungkinan anak mengalami kelainan
·      Virus maternal rubella (campak jerman, retrolanta fibroplasia (RLF)) yang menyerang pada ibu hamil dan janin yang dikandungnya terdapat kemunngkinan akan timbul kecacatan pada bayi yang lahir.
·      Keracunan darah (toxaenia) pada ibu-ibu yang sedang hamil sehingga janin tidak dapat memperoleh oksigen secara maksimal, sehingga saraf-saraf di otak mengalami gangguan.
·      Faktor rhesus (Rh) anoxia prenatal, kekurangan oksigen pada calon bayi di kandungan yang terjadi karena ada gangguan/infeksi pada placenta.
·      Penggunaan obat-obatan kontrasepsi yang salah pemakaiannya sehingga jiwanya menjadi goncang, tertekan yang secara langsung dapat berimbas pada bayi dalam perut.
·      Percobaan abortus yang gagal, sehingga janin yang dikandungnya tidak dapat berkembang secara wajar.

b.           Kejadian pada saat kelahiran
Keturunan yang terjadi pada saat kelahiran dapat disebabkan oleh beberapa faktor berikut:
·      Proses kelahiran yang menggunakan tang verlossing (dengan bantuan tang). Cara ini dapat     menyebabkan brain injury (luka pada otak) sehingga pertumbuhan otak kurang dapat berkembang secara optimal.
·      Proses kelahiran bayi yang terlalu  lama sehingga mengakibatkan bayi kekurangan zat  asam/oksigen. Hal ini dapat menggangu pertumbuhan sel-sel di otak. Keadaan bayi yang lahir dalam keadaan tercekik oleh ari –ari ibunya sehingga bayi tidak dapat secara leluasa untuk bernafas yang pada akhirnya bisa menyebabkan gangguan pada otak.
·      Kelahiran bayi pada posisi sungsang sehingga bayi tidak dapat memperoleh oksigen cukup yang  akhirnya dapat mengganggu perkembangan sel di otak.
c.           Kejadian setelah kelahiran
Keturunan pada ABK dapat diperoleh setelah kelahiran pula karena faktor- faktor penyebab seperti berikut ini:
·      Penyakit radang selaput otak(meningitis) dan radang otak(enchepalitis)sehingga menyebabkan perkembangan dan pertumbuhan sel-sel otak menjadi terganggu.
·      Terjadi incident(kecelakaan) yang melukai kepala dan menekan otak bagian dalam.
·      Stress berat dan gangguan kejiwaaan lainnya.
·      Penyakit panas tinggi dan kejang – kejang(stuip), radang telinga(otitis media), malaria tropicana yang dapat berpengaruh terhadap kondisi badan.

C.    BENTUK-BENTUK LAYANAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
ABK memiliki tingkat kekhususan yang amat beragam, baik dari segi jenis, sifat, kondisi maupun kebutuhannya, oleh karena itu layanan pendidikannya tidak dapat dibuat tunggal atau seragam melainkan menyesuaikan diri dengan tingkat keberagaman karakteristik dan kebutuhan anak. Dengan beragamnya model layanan pendidikan tersebut, dapat lebih memudahkan anak-anak ABK dan orang tuanya untuk memilih layanan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhannya. Ada beberapa model atau bentuk pelayanan pendidikan bagi ABK yang ditawarkan mulai dari yang model klasik sampai yang model terkini.
a.       Model segregasi
Merupakan model layanan pendidikan yang sudah lama dikenal dan diterapkan pada anak-anak berkebutuhan khusus di Indonesia. Model ini mencoba memberikan layanan pendidikan secara khusus dan terpisah dari kelompok jenis anak normal maupun anak berkebutuhan khusus lainnya. Dalam praktiknya, masing-masing kelompok anak dengan jenis kekhususan yang sama dididik pada lembaga pendidikan yang melayani sesuai dengan kekhususannya tersebut. Sebagai contoh: SLB A, lembaga pendidikan untuk anak tunanetra, SLB B lembaga pendidikan untuk anak tunarungu, SLB C lembaga pendidikan untuk anak tuna grahita, SLB D lembaga pendidikan untuk anak tuna daksa, SLB E lembaga pendidikan untuk anak tuna laras dan SLB G untuk tuna ganda.

b.      Model kelas khusus
Sesuai dengan namanya, kelas khusus tidak berdiri sendiri seperti halnya sekolah khusus(SLB), melainkan keberadaanya ada di sekolah umum atau reguler. Keberadaan kelas khusus ini tidak bersifat permanen, melainkan didasarkan pada ada atau tidaknya anak-anak yang memerlukan pendidikan atau pembelajaran khusus di sekolah tersebut.

c.       Model sekolah dasar luar biasa (SDLB)
SDLB keberadaannya mirip dengan SLB yaitu sekolah yang diperuntukkan dan untuk menampung anak-anak berkebutuhan khusus usia sekolah dasar dari berbagai jenis dan tingkat kekhususan yang dialaminya. Mereka belajar di kelas masing-masing yang disesuaikan dengan jenis kekhususannya, akan tetapi mereka bersosialisasi secara bersama-sama dalam satu naungan sekolah.

d.      Model guru kunjung
Model guru kunjung dapat diterapkan untuk melayani pendidikan bagi ABK terutama mereka yang ada atau bermukin di daerah terpencil, daerah perairan, daerah kepulauan atau tempat-tempat yang sulit dijangkau oleh layanan pendidikan khusus yang telah ada, misalnya SLB, SDLB, kelas khusus dan sebagainya. Di tempat tersebut dibentuk sanggar atau kelompok-kelompok belajar tempat anak-anak memperoleh layanan pendidikan.

e.       Sekolah terpadu
Sekolah ini pada hakikatnya merupakan sekolah normal biasa yang telah ditetapkan untuk menerima anak-anak yang berkebutuhan khusus. Mereka belajar bersama-sama dengan anak-anak normal lainnya tanpa dipisah dinding tembok kelas. Dalam pembelajaran di sekolah mereka diajar oleh guru-guru umum, sedangkan materi-materi yang memiliki sifat kekhususan diberikan oleh guru pendamping yang telah ditunjuk.

f.       Pendidikan Inklusi (inclusive education)
Kata inklusi bermakna terbuka, yang berarti bahwa pendidikan yang bersifat terbuka bagi siapa saja yang mau masuk sekolah baik dari kalangan anak normal maupun anak berkebutuhan khusus. Demikian pula lingkungan pendidikan yang termasuk ruang kelas, toilet, halaman bermain, laboratorium dan lain-lain harus dimodifikasi dan dapat diakses oleh semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus













BAB III
METODE PENELITIAN

A. METODE PENELITIAN
            Penelitian yang dilakukan adalah melihat/meneliti kreativitas dan bakat pada anak usia smp yang normal dan anak usia smp yang berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara anak menuangkan kreativitasnya dengan cara menggambar, tentu saja dari kecil kita sudah diajarkan untuk menggambar ada yang terus menerus berlatih agar bakatnya semakin terlihat ada juga yang tidak peduli dengan menggambar dan memiliki bakat lain.
Ada pula tentang kreativitas, setiap orang tentu memiliki kreativitas berbeda-beda, perbedaan itu dapat dilihat dari umur, jenjang sekolah, dll. Tak hanya perbedaan dari usia, kreativitas ada anak berkebutuhan khusus berbeda dengan anak normal. Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memiliki keunikan tersendiri dalam jenis dan karakteristiknya, yang membedakan dari anak-anak normal pada umumnya.

B. LOKASI DAN SAMPEL PENELITIAN
            Penelitian ini dilakukan di SMPN 2 Bojong Gede di Jln. Raya Citayam Komplek Atsiri Permai dan SLB C AngkasaJln. Rajawali Raya Halim, Jakarta Timur.
Subjek dalam penelitian adalah 20 anak SMPN 2 Bojong Gede dan 20 anak SLB C Angkasa, dari masing-masing 20 anak tersebut dibagi menjadi 10 anak perempuan dan 10 anak laki-laki yang rata-rata berumur 14-15 tahun.

C. PROSEDUR PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan kertas gambar, crayon, pensil dan penghapus, lalu memberikan aba-aba kepada para murid untuk dapat memulai menggambar apa saja yang mereka inginkan dengan waktu 5 menit.




BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

            Bab IV ini adalah merupakan laporan hasil penelitian tentang perbandingan menggambar bermakna anak normal usia sekolah SMP dengan anak berkebutuhan khusus usia sekolah SMP (tunagrahita). Pada bab ini peneliti akan menyajikan tentang hasil penelitian yang diperoleh, yang telah disusun sebelumnya dan pengamatan langsung sebagai metode penelitian utama untuk mendeskripsikan dan membahas data yang telah diperoleh.
Anak normal pada usia sekolah SMP rata-rata menggambar lebih banyak pemandangan alam, tokoh kartun yang mereka suka dan ada juga yang menggambar rumah serta lebih variatif. Tapi anak dengan berkebutuhan khusus seperti tuna grahita usia sekolah SMP lebih banyak menggambar orang dan tidak variatif, mereka seperti mencoba menggambar dirinya sendiri dan seolah-olah orang yang ada digambarnya itu adalah dirinya.
Persentase dari hasil yang kita peroleh yaitu anak normal lebih bervariatif dan imajinatif dalam kreativitas menggambar berbeda dengan anak berkebutuhan khusus mereka lebih banyak menggambar orang dan banyak yang menggambar tidak jelas dan gambar anak normal cenderung rapih dibanding anak berkebutuhan khusus. Anak normal dapat menggambarkan dikertas langsung tidak banyak berpikir dahulu. Berikut adalah presentase menggambar anak normal dan anak berkebutuhan khusus























                                               



Salah satu gambar dari anak normal usia sekolah SMP












                     Salah satu gambar anak berkebutuhan khusus (tuna grahita) usia sekolah SMP












BAB V
PENUTUP

A. KESIMPULAN
1.      Anak dengan kebutuhan khusus (ABK) adalah anak yang secara signifikan (bermakna) mengalami kelainan/penyimpangan (fisik, mental-intelektual, social, emosional) dalam proses pertumbuhan/perkembangannya dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya sehingga mereka memerlukan pelayanan pendidikan khusus.
2.      Faktor-faktor penyebab itu menurut kejadiannya dapat dibedakan menjadi tiga peristiwa yaitu kejadian sebelum lahir (prenatal), kejadian pada saat kelahiran dan kejadian setelah kelahiran.
3.      Model atau bentuk pelayanan pendidikan bagi ABK diantaranya adalah Model segregasi, Model kelas khusus, model sekolah dasar luar biasa(SDLB), model guru kunjung, sekolah terpadu, dan pendidikan Inklusi (inclusive education).
4.      Anak berkebutuhan khusus cenderung memiliki cara berpikir yang bervariatif mereka lebih berfokus pada satu titik dan untuk menjalankannya mereka sangat serius tidak main-main, yang kita tahu biasanya anak smp apalagi anak jaman sekarang ini untuk mengembangkan bakatnya perlu mood dahulu lalu bisa menjalankan dengan baik dan yang mereka pikirkan itu-itu saja.
5.      Anak normal maupun anak berkebutuhan khusus sama-sama makhluk ciptaan Tuhan yang semestinya kita sayangi dan kita perhatikan dan tidak boleh ada diskriminasi diantara satu dengan lainnya. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.









DAFTAR PUSTAKA

Efendi, Mohammad. 2000. PENGANTAR PSIKOPEDAGOGIK ANAK BERKELAINAN. Jakarta: Bumi Aksara
Ilun Mualifah, Ahmad Fauzi, dkk. 2008. PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK. Surabaya: LAPIS
Diane E. Papalia, Ruth Duskin Feldman. 2014. Menyelami Perkembangan Manusia. Jakarta: Salemba Humanika