Rabu, 21 Oktober 2015

PSIKOLOGI DAN TEKNOLOGI INTERNET

Seiring dengan perkembangan IPTEK, rasanya sulit hidup di jaman modern ini tanpa menggunakan internet. Segalanya menjadi lebih mudah dan praktis dengan menggunakan koneksi internet, seperti berkomunikasi, bertransaksi jual beli, bertukar informasi, dan masih banyak lagi yang lainya.
   Apakah anda pernah merasakan tidak bisa lepas dari komputer, laptop, atau handphone dengan akses internet??? Dan akan merasa ada sesuatu yang hilang bila sehari saja anda tidak dapat mengakses internet??? Waspadahal, barang kali anda sudah termasuk kedalam kecanduan internet
   Pecandu Internet menurut Young dalam situs (wartawarga.gunadarma.co.id) adalah “Individu yang kecanduan internet memiliki kecenderungan yang kuat dalam melakukan aktivitas-aktivitas yang hanya dilakukan sendiri (solitary activities) dan membatasi aktivitas sosialnya”.
   Internet Addiction Disorder (IAD) atau gangguan kecanduan internet meliputi segala macam hal yang berhubungan dengan internet seperti jejaring sosial, email, pornografi, judi online, game online, chatting dan lain-lain. Jenis gangguan ini memang tidak tercantum pada manual diagnostik dan statistik gangguan mental, atau yang biasa disebut dengan DSM, namun secara bentuk dikatakan dekat dengan bentuk kecanduan akibat judi, selain itu badan himpunan psikolog di Amerika Serikat secara formal menyebutkan bahwa kecanduan ini termasuk dalam salah satu bentuk gangguan.
Adiksi terhadap internet terlihat dari intensi waktu yang digunakan seseorang untuk terpaku di depan komputer atau segala macam alat elektronik yang memiliki koneksi internet, dimana akibat banyaknya waktu yang mereka gunakan untuk online membuat mereka tidak peduli dengan kehidupan mereka yang terancam diluar sana, seperti nilai yang buruk disekolah atau mungkin kehilangan pekerjaan dan bahkan meninggalkan orang-orang yang mereka sayangi.

HUBUNGAN PSIKOLOGI DENGAN TEKNOLOGI INTERNET


Kata “internet” mungkin sudah tak asing lagi di telinga kita. “ya” seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi internet bukan menjadi barang yang aneh lagi melainkan sudah menjadi salah kebutuhan yang dapat mempermudah segala aktivitas dan pekerjaan manusia. Internet merupakan media pertukaran informasi terbesar di dunia, kejadian di belahan bumi manapun informasinya akan cepat tersebar dan kita dapat mengaksesnya tanpa harus meninggalkan aktifitas yang sedang kita lakukan.
  • Menurut wikipedia, Internet (kependekan dari interconnection-networking) adalah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet.
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku setiap manusia dari yang tampak maupun tidak nampak,dari sisi fisik dan psikis. Internet adalah sebuah perkembangan yang dilahirkan oleh kemajuan tekhologi. Kedua nya seakan berjalan beriringan dan menjadikannya suatu hal yang saat ini sulit untuk di pisahkan.
Penggunaan teknologi berkembang dengan cepat dalam segala bidang kehidupan (seperti, pendidikan, perdagangan, sosial, budaya dan militer). Perkembangan teknologi khususnya internet sedikit banyak mempengaruhi cara dan pola perilaku manusia sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat pergeseran antara hubungan manusia dengan teknologi, yaitu ketika sebuah kondisi dimana manusia menjadi tergantung pada teknologi mulai terbentuk.
teknologi komputer, internet, elektronik game akan berpengaruh pada berbagai aspek psikologi. Berbagai aspek yang kiranya akan terpengaruh akan diuraikan berikut ini:
1. Perkembangan kognitif
Internet dapat berpengaruh terhadap perkembangan kognitif manusia, misalnya saja berbagai Informasi yang ada baik itu buruk atau baik dalam melihatnya atau membacanya serta memahami informasi yang ada dapat membantu meningkatkan proses kognitif manusia. Serta bagaimana seseorang menyikapi berbagai fenomena yang terjadi dan tersebar di internet.
2. Perkembangan Seksualitas
Mudahnya akses internet maka dapat mempengaruhi pandangan kita tentang seks. Seorang anak dapat dengan mudah mengakses konten-konten yang berbau negatif dalam hal ini perlu adanya kontrol dari orang tua terhadap aktifitas anak dalam mengakses internet dan memberikan pendidikan seks terhadap anak sedari dini agar anak tidak mencari tahu sendiri dan menjerumus ke hal yang negatif, serta peran pemerintah sebagai pemilik otoritas yang dapat membatasi meluasnya akses terhadap konten-konten yang berbau negatif tersebut.
3. Pola Interaksi antar Manusia
Teknologi dapat mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat, tak dapat dipungkiri lagi bahwa teknologi dan internet dapat mempermudah kita untuk berkomunikasi dengan siapapun, kapanpun, dan dimanapun tanpa ada batasan jarak dan waktu. Namun disisi lain hal tersebut dapat mengurangi intensitas interaksi tatap muka secara langsung yang tergantikan dengan pesan singkat atau media sosial yang lainnya.
4. Kecemasan teknologi
Seseorang akan takut hasil karyanya yang dipublikasikan di intrnet akan di coppy dan diakui oleh orang lain sebagai hasil karyanya.
5. Kerahasiaan alat tes semakin terancam
Dalam hal ini menurut saya semakin mudahnya kita untuk mengakses berbagai informasi maka ada kemungkinan juga alat-alat tes dapat kita lihat. Yang seharusnya alat-alat tes ini menjadi rahasia dan hanya orang-orang/ilmuwan psikologi yang telah mendapat ijin saja yang memegangnya sekarang dapat dengan mudah kita akses di internet.
6. Penggusuran manusia
Teknologi yang terus berkembang akan meyebabkan peranan manusia akan tergantikan oleh teknologi yang diciptakannya sendiri.
7. Kerahasiaan alat tes semakin terancam
Dalam hal ini menurut saya semakin mudahnya kita untuk mengakses berbagai informasi maka ada kemungkinan juga alat-alat tes dapat kita lihat. Yang seharusnya alat-alat tes ini menjadi rahasia dan hanya orang-orang/ilmuwan psikologi yang telah mendapat ijin saja yang memegangnya sekarang dapat dengan mudah kita akses di internet.
 Apakah anda pernah merasakan tidak bisa lepas dari komputer, laptop, atau handphone dengan akses internet??? Dan akan merasa ada sesuatu yang hilang bila sehari saja anda tidak dapat mengakses internet??? Waspadahal, barang kali anda sudah termasuk kedalam kecanduan internet
Pecandu Internet adalah “Individu yang kecanduan internet memiliki kecenderungan yang kuat dalam melakukan aktivitas-aktivitas yang hanya dilakukan sendiri (solitary activities) dan membatasi aktivitas sosialnya”.
Internet Addiction Disorder (IAD) atau gangguan kecanduan internet meliputi segala macam hal yang berhubungan dengan internet seperti jejaring sosial, email, pornografi, judi online, game online, chatting dan lain-lain. Jenis gangguan ini memang tidak tercantum pada manual diagnostik dan statistik gangguan mental, atau yang biasa disebut dengan DSM, namun secara bentuk dikatakan dekat dengan bentuk kecanduan akibat judi, selain itu badan himpunan psikolog di Amerika Serikat secara formal menyebutkan bahwa kecanduan ini termasuk dalam salah satu bentuk gangguan.
Adiksi terhadap internet terlihat dari intensi waktu yang digunakan seseorang untuk terpaku di depan komputer atau segala macam alat elektronik yang memiliki koneksi internet, dimana akibat banyaknya waktu yang mereka gunakan untuk online membuat mereka tidak peduli dengan kehidupan mereka yang terancam diluar sana, seperti nilai yang buruk disekolah atau mungkin kehilangan pekerjaan dan bahkan meninggalkan orang-orang yang mereka sayangi.

5 PENYEBAB KECANDUAN INTERNET

  1. Masalah Pribadi
Sebagai manusia tentunya kita tidak bisa lari berbagai masalah yang muncul setiap harinya. Meskipun berulang kali diselesaikan, namun masalah baru selalu muncul dan memberikan warna tersendiri bagi hidup manusia.
Bagi beberapa orang, masalah-masalah tersebut justru membuat hidup mereka lebih bermakna. Namun berbeda dengan ‘calon’ pecandu internet. Masalah-masalah yang muncul tiada henti sering membuat mereka membutuhkan sesuatu untuk ‘menyandarkan’ diri, dan internet adalah salah satunya. Kecanduan internet yang disebabkan oleh masalah pribadi seperti ini biasanya mirip dengan kecanduan rokok, alkohol, dan narkoba.
Misalnya, seorang istri yang tidak mendapatkan perhatian dari suaminya berpotensi untuk mencari perhatian lain dari orang asing di internet. Jika dibiarkan hal ini dapat membuat wanita tersebut kecanduan internet. Bahkan, bisa saja setiap kali ada masalah dengan suami, dia akan menjadikan internet sebagai tempat ‘curahan hati’.
  1. Respon biokimia otak
Dalam beberapa kasus kecanduan, muncul sebuah perasaan nikmat saat mereka terkoneksi dan dapat berselancar di dunia maya. Perasaan senang atau nikmat tersebut kemungkinan besar terkait dengan hormon endorphin yang dikeluarkan oleh hipotalamus otak. Hormon ini keluar saat seseorang bahagia, seperti saat mengakses internet. Keluarnya hormon endorphin sendiri berbeda pada tiap orang, tergantung dari kebiasaan mereka. Oleh sebab itu, jika seseorang mulai terbiasa dengan kebahagiaan di internet secara berlebihan, terdapat kemungkinan bila dia kelak menderita IAD. Karena endorphin sendiri adalah anti nyeri alami, tidak jarang seseorang dapat terus menerus online dengan posisi yang sama tanpa merasa lelah atau nyeri. Padahal, jika melakukan kegiatan lain dengan posisi yang sama, misalnya mengerjakan tugas, akan lebih mudah bagi mereka untuk merasa capai atau pegal. Perlu diketahui bila hormon endorphin juga turut menjadi penyebab munculnya kelainan jiwa lain seperti OCD (Obsessive Convulsive Disorder). Sama seperti orang yang mengalami OCD, mereka tidak akan cepat puas jika hanya dapat online dalam waktu yang sebentar
  1. Rasa malu berlebihan
Rasa malu dapat diartikan sebagai perasaan tidak nyaman saat melakukan sebuah interaksi dengan orang lain atau ketika masuk kesegala hubungan sosial dengan masyarakat. Rasa malu yang berlebih kerap membuat seseorang menjauh dari apa yang mereka cita-citakan, meningkatkan kecemasan, hingga pikiran negatif.
 Seseorang yang memiliki rasa malu tinggi saat melakukan interaksi di dunia nyata seringkali lebih nyaman saat berkomunikasi di dunia maya. Internet juga menawarkan sesuatu yang sulit didapat di dunia nyata, yakni ‘profil’ anonim. Dengan menjadi anonim, seseorang dapat bebas berekspresi tanpa perlu takut identitasnya diketahui.
 Saat online secara anonim, rasa malu bisa hilang dan dapat berinteraksi tanpa rasa takut atau bahkan penyesalan. Hal ini lah menjadi awal mula ketergantungan internet. Internet dapat dianggap menjadi satu-satunya tempat mereka bisa bebas dan menjadi diri sendiri.
 Tentu saja hal ini tidak selamanya berdampak negatif, namun banyak yang akhirnya mengabaikan interaksi sosial di dunia nyata yang sebenarnya jauh lebih penting. Alhasil, banyak netizen dengan IAD yang hubungan keluarga atau pertemanannya rusak.
  1. Internet sebagai sarana melarikan diri
Alasan yang keempat ini boleh dibilang sebagai gabungan dari masalah pribadi dan rasa malu berlebih. Saat kedua hal tersebut terjadi pada seorang netizen, maka dirinya bisa menganggap interaksi via dunia maya menjadi sangat berguna. Bahkan tidak sedikit, orang dengan masalah berjibun menganggap forum-forum atau jejaring sosial sebagai sarana untuk relaksasi.
Tetapi perlu disadari jika motivasi untuk relaksasi tersebut bisa berkembang seiring dengan mengalirnya waktu. Saat pengguna internet sudah terlanjur memiliki ikatan yang kuat terhadap akun-akun serta pengguna lain, maka mereka sangat berpotensi untuk mengalami kecanduan internet.
  1. Berbagai kemudahan instan
Bukan internet namanya bila tidak menawarkan segala kemudahan. Mulai dari game online hingga belanja online bisa dilakukan via internet. Misalnya, hanya dengan mengakses situs belanja online serta tambahan kemudahan online banking dapat membuat seseorang menjadi pecandu internet.
Kimberley Young menyebutkan beberapa gejala utama kecanduan berinternet, tanda-tanda orang kecanduan internet adalah sebagai berikut:
  1. Pikiran pecandu internet terus-menerus tertuju pada aktivitas berinternet dan sulit untuk dibelokkan ke arah lain.
  2. Adanya kecenderungan penggunaan waktu berinternet yang terus bertambah demi meraih tingkat kepuasan yang sama dengan yang pernah dirasakan sebelumnya.
  3. Yang bersangkutan secara berulang gagal untuk mengontrol atau menghentikan penggunaan internet.
  4. Adanya perasaan tidak nyaman, murung, atau cepat tersinggung ketika yang bersangkutan berusaha menghentikan penggunaan internet.
  5. Adanya kecenderungan untuk tetap on-line melebihi dari waktu yang ditargetkan.
  6. Penggunaan internet itu telah membawa risiko hilangnya relasi yang berarti, pekerjaan, kesempatan studi, dan karier.
  7. Penggunaan internet menyebabkan pengguna membohongi keluarga, terapis dan orang lain untuk menyembunyikan keterlibatannya yang berlebihan dengan internet.
  8. Internet digunakan untuk melarikan diri dari masalah atau untuk meredakan perasaan-perasaan negatif seperti rasa bersalah, kecemasan, depresi, dan sebagainya.
Seorang pengguna sudah dapat digolongkan sebagai pecandu internet bila ia memenuhi sedikitnya lima dari delapan kriteria yang disebutkan Young ini.
gangguan kecanduan internet (Internet Addiction Disorder=IAD), mencakup sejumlah problem kontrol impuls seperti:
  1. Kecanduan cybersex (Cybersex Addiction): internet pornography, adult chat rooms, 
adult fantasy role-play.
  2. Kecanduan hubungan-cyber (Cyber-Relationship Addiction):kecanduan jejaring 
sosial, chat, text (sms) atau email
  3. Net Compulsions: game online, judi online, permainan saham online, atau lelang 
online seperti eBay yang seringkali membawa konsekuensi masalah finansial atau 
masalah pekerjaan.
  4. Kelebihan Informasi (Information Overload): selancar online atau pencarian database 
secara kompulsif
  5. Kecanduan Komputer: memainkan permainan komputer secara obsesif, seperti 
Solitaire atau Minesweeper, atau pemrogramn komputer secara obsesif.Yang paling umum dari 
    kecanduan Internet ini adalah cybersex, judi online dan kecanduan hubungan-cyber.

Bagaimana menolong anak-anak dan remaja yang mengalami Kecanduan Internet
Jika Anda membatasi penggunaan Internet secara keras bagi anak-anak Anda, maka mereka mungkin akan memberontak atau pergi ke tempat lain. Tapi Anda perlu memantau penggunaan komputer dan smartphone, mengawasi aktivitas online dan memberikan pertolongan jika anak-anak Anda memerlukan.
Jika anak-anak Anda menunjukkan tanda-tanda kecanduan Internet, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menolong:
  1. Doronglah minat-minat lainnya dan aktivitas sosial;
  2. Pantaulah penggunaan komputer dan tetapkan batasan yang jelas;
  3. Gunakan apps untuk membatasi penggunaan smartphone oleh anak-anak Anda;
  4. Bicarakanlah dengan anak-anak Anda tentang masalah-masalah yang bisa muncul 
akibat kecanduan Internet;
  5. Carilah pertolongan: mungkin dari pelatih olahraga, dokter, sahabat 
keluarga/tetangga, konselor atau psikolog.

sumber :

Christianto, Victor. 2014. Kecanduan Internet dan Terapi Kognitif Perilaku. Jakarta: Academia
Prabowo, Hendro. Arum Etikariena. 2003. Naskah Workshop Psynet Riset Psikologi di Internet. Jakarta: Gramedia
Bramy Biantoro, bahaya dunia maya! Ini 5 penyebab orang kecanduan internet, (online)
http://elearning.gunadarma.ac.id/index.php?option=com_wrapper&Itemid=36