Pengaruh
Teknologi Internet Bagi Perkembangan Anak
Internet adalah
jaringan global antar komputer untuk berkomunikasi dari suatu lokasi ke lokasi
lain di belahan dunia. Dalam internet terdapat berbagai macam informasi, baik
yang baik maupun yang buruk, yang benar maupun yang tidak. Semua informasi itu
dapat diakses lewat internet. Penggunaan internet berkembang dengan pesat. Kini
masyarakat dapat dengan mudah mengakses internet di warnet atau melalui laptop
dengan modem ataupun wireless-connected, bahkan lewat HP. Jumlah pengguna
internet pun terus bertambah. Berdasarkan perhitungan Asosiasi Penyelenggara
Jasa Internet Indonesia (APJII) terdapat sekitar 25 juta pengguna internet.
Peningkatan pengguna internet diprediksi akan terus meningkat sekitar 25 persen
setiap tahunnya. Departemen Komunikasi dan Informatika mengemukakan, sekitar
50% penduduk Indonesia pada tahun 2015 yang diperkirakan berjumlah 240 juta
jiwa, atau sebanyak 120 juta jiwa, diharapkan sudah terhubung dan mampu
menggunakan internet. Harapan tersebut sesuai dengan deklarasi World Summit On
Informastion Society (WSIS) tahun 2003, dengan point terpentingnya adalah pada
tahun 2015 sekitar 50% penduduk dunia harus memiliki akses informasi yang
terhubung dan mampu menggunakan internet. Sebuah data menunjukkan bahwa dari
jumlah pengguna internet di atas, rata-rata pengguna internet di perkotaan 60%
adalah di bawah 30 tahun. Artinya, para pengguna itu adalah anak-anak dan
remaja. Internet pun lalu berpengaruh terhadap perkembangan dan pertumbuhan
mereka, khususnya perkembangan pada anak.
Internet sudah bukan
merupakan hal yang asing bagi anak-anak jaman sekarang. Bahkan di Jakarta atau
mungkin juga di kota - kota besar bisa kita temukan anak-anak berseragam
Sekolah Dasar yang asyik di depan komputer di warnet - warnet umum. Pernah
iseng saya bertanya, apa yang anak - anak tersebut lakukan di internet, dan
jawabannya sangat bervariasi. Mulai mencari bahan untuk mengerjakan tugas,
update status facebook, sampai dengan bermain game online. Disadari atau tidak,
dampak internet untuk perkembangan anak sangatlah luar biasa. Karena dengan
terkoneksi internet, semua hal baik itu hal yang berguna bagi anak maupun hal
yang berbahaya untuk perkembangan anak bisa diakses dengan bebas.
Dampak internet untuk
perkembangan anak sendiri dibagi menjadi 2, yaitu dampak yang positif dan dampak yang negatif.
Setiap orang tua pasti menyadari bahwa kemajuan teknologi akan selalu
memberikan dampak bagi kehidupan manusia. Teknologi itu sendiri juga bagai
dampak yang berbeda bagi setiap orang. Untuk meminimalisir dampak negatid
internet untuk perkembangan anak, dibutuhkan kontrol yang ketat dari masing -
masing orang tua. Sekarang yang menjadi masalah adalah bila anak mengakses
internet dari warnet umum. Akan sangat kecil kemungkinan bagi orang tua untuk
bisa mendampingi anak mereka selama mereka mengakses internet di warnet umum.
Oleh karena itu, dibutuhkan banteng agama yang kuat juga pada diri anak
sehingga anak sendirilah yang akan menyaring mana yang bagus serta mana yang
tidak bagus bagi mereka.
Pengaruh internet
terhadap perkembangan remaja dapat dilihat lewat empat parameter yakni,
perkembangan fisik, perkembangan kognitif, perkembangan emosional, dan perkembangan
sosial.
Ø Perkembangan
fisik
Seorang
anak pada masanya mengalami perubahan-perubahan pada tubuh, otak, kapasitas
sensoris dan keterampilan motorik. Perubahan-perubahan itu merupakan peralihan
dari fisik anak-anak menuju fisik orang dewasa. Fisik seorang remaja bergerak
menuju kematangan. Tanda paling mencolok dari perkembangan fisik anak adalah
perkembangan alat-alat genital, baik yang primer dan sekunder. Dalam hal ini
internet dapat merangsang pertumbuhan fisik anak. Situs-situs vulgar, cybersex
yang berisi materi-materi yang berbahaya secara tidak langsung merangsang
pertumbuhan dan perkembangan seksualitas seorang anak. Dalam hal ini peran
orang tua sangat penting untuk memberi pemahaman terhadap perkembangan
seksualitas remaja.
Meskipun
demikian, kecanduan internet juga dapat
berdampak buruk bagi kesehatan fisik seorang remaja bahkan dapat mengganggu
perkembngan fisiknya. Dampak-dampak buruk itu antara lain; 1) Makan menjadi
tidak teratur; 2) Tidur menjadi tidak teratur; 3) Kelelahan fisik.
Ø Perkembangan
kognitif
Anak
- anak sangat aktif membangun dunia kognitifnya. Mereka sudah mempunyai pola
pikir sendiri alam menanggapi masalah, memilah-milah dan mengorganisir ide-ide
dan menciptakan ide baru. Kemampuan anak dalam belajar, memori, menalar,
berpikir dan bahasa sangat berkembang sehingga mereka dapat berpikir secara
abstrak atau tentang sesuatu yang abstrak. Mereka mampu berspekulasi. Mereka
mulai mempertanyakan keabsahan pemikiran yang ada dan mempertimbangkan banyak
alternatif pemikiran yang lain sehingga seringkali mereka mengalami konflik pemahaman. Internet dapat menjadi salah satu sarana
anak memperoleh informasi serta jawaban-jawaban dari masalah yang dihadapi.
Internet dapat memperluas wawasan berpikir anak. Akan tetapi, apabila seorang
anak kecanduan internet, ia menjadi terikat pada internet. Internet lalu
dijadikan satu-satunya sumber kebenaran. Seorang anak tidak lagi mampu
membedakan hal-hal mana yang nyata dan hal-hal mana yang maya. Baginya yang
maya juga nyata. Anak - anak menjadi kehilangan pola pikirnya sendiri. Pola
pikirnya sangat dipengaruhi pola pikir yang ada dalam internet.
Ø Perkembangan
Emosional
Masa
anak - anak merupakan masa yang penuh gejolak . Ketegangan emosi meninggi
karena adanya perubahan fisik dan kelanjar, pencarian identitas diri, serta
konflik-konflik sosial. Selain itu, mereka sangat rentan terhadap pendapat orang
lain tentang dirinya dan sangat memperhatikan dirinya sendiri.
Internet
dapat membantu perkembangan emosi seorang anak. Mereka dapat melampiaskan
segala perasaan yang ada dalam dirinya dengan berbagai cara seperti lewat situs
jejaring sosial, Facebook atau Twiter. Mereka dapat menampilkan diri sesuai
yang ia inginkan dalam internet. Akan tetapi,
kecanduan internet dapat mengganggu perkembangan emosi anak. Kecanduan
internet dapat mengakibatkan gangguan mental seperti; 1) Online Intermittent
Explosive Disorder (OIED), gangguan kepribadian berupa emosi yang meledak-ledak
saat online; 2) Low Forum Frustration Tolerance (LFFT), mencari-cari kepuasan
segera atau penghindaran dari rasa sakit dengan segera; 3) Munchausen Syndrom,
membuat kebohongan, menirukan, menambah buruk suatu keadaan, atau mempengaruhi
diri sendiri agar sakit dengan tujuan diperlakukan seperti orang sakit; 4)
Online Obsessive-Compulsive Personality Disorder (OOCPD), gangguan kepribadian
yang tergoda untuk memaksa orang lain pada saat online khususnya masalah
bahasa; 5) Low Cyber Self-Esteem (LCSE) atau penghargaan terhadap diri sendiri
yang rendah; dan 6) Internet Asperger’s Syndrome, hilangnya semua aturan sosial
dan empati pada diri seseorang, disebabkan tanpa alasan selain hanya secara
kebetulan berhadapan dengan sebuah benda mati; berkomunikasi via papan tombol
dan monitor pada suatu waktu.
Ø Perkembangan
Sosial
seorang anak mulai
melepaskan diri dari orang tua. Mereka mulai menyesuaikan diri dengan lawan
lingkungan. Kelompok teman sebaya sangat berpengaruh dalam pergaulan anak.
Internet
dapat membantu anak dalam bersosialisasi. Internet memudahkan mereka menjalin
relasi dengan teman - temannya. Jarak dan waktu tidak lagi menjadi halangan
dalam hal komunikasi. Akan tetapi, sebuah penelitian menggungkapkan bahwa
seorang anak yang kecanduan internet cenderung mengalami penurunan keinginan
untuk berkomunikasi secara langsung, tatap muka, khususnya dengan keluarga.
Lebih dari itu, sebenarnya internet telah membatasi pergaulan seorang anak.
Seorang anak yang kecanduan internet hanya bisa berelasi dengan mereka yang
juga mampu mengakses internet. Mereka sangat selektif dalam memilih teman.
Relasi yang sebenarnya sangat luas dipersempit.
INTERNET, SUMBER
MASALAH ?
Banyak orang
berpendapat bahwa internet membawa pengaruh buruk bagi anak. Akan tetapi, opini
ini harus dikritisi. Internet tidak selamanya berdampak negatif. Internet juga
memberi banyak manfaat yang membantu perkembangan seorang individu, khususnya
pada anak. Dampak negatif itu mucul ketika seorang pengguna internet kecanduan
internet yang disebut sebagai Internet Addiction Disorder (IAD). Kecanduan
inilah yang memunculkan dampak negatif dalam perilaku seorang pengguna
internet. Kecanduan ini yang menjadi masalah dalam penggunaan internet. Adalah
tugas para orang tua, pendidik,
dan orang yang tahu akan bahaya kecanduan internet untuk mencegah para remaja
menjadi kecanduan internet.
Berikut adalah
dampak positif internet pada anak :
Ø Internet
membuat pola pikir anak menjadi lebih terbuka
Ø Internet
bisa menumbuhkan daya kreativitas anak
Ø Dengan
banyak duduk di depan komputer untuk mengakses internet, maka anak akan
memiliki koordinasi yang baik antara mata, otak, dan tangan.
Ø Internet
juga bisa memberikan dampak yang positif bagi anak dalam memecahkan masalah
yangs edang mereka hadapi
Ø Dengan
sering berhubungan dengan dunia internet, membuat anak menjadi lebih bisa
berfikir kritis dan berkonsentrasi pada suatu hal
Ø Internet
bisa mengasah kemampuan anak dalam bidang verbal dan non verbal
Ø Cara
berfikir logis juga bisa ditumbuhkan melalui internet.
Ø Kemampuan
kognitif memori anak bisa berkembang dengan pesat bila anak sering mengakses internet.
g
j SUMBER
Ali Nugraha, dkk. (2008). Program Pelibatan Orang Tua dan Masyarakat (PAUD4205). Buku Materi Pokok. Jakarta: Universitas Terbuka.
P Prabowo, Hendro. Arum Etikariena. 2003. Naskah Workshop Psynet Riset Psikologi di Internet. Jakarta: Gramedia
