LAPORAN
PSIKOTERAPI
KELOMPOK
:
Aisyah Girindra (10514642)
Greath Valiant (14514609)
LuxmanHasanBasri (16514205)
Patricia Farida Sihombing (18514411)
R. VirdianaIkaRatri (18514658)
Rita Purnama Sari (19514541)
Rizki (19514596)
KELAS
3PA13
UNIVERSITAS
GUNADARMA
FAKULTAS
PSIKOLOGI
DEPOK
LANDASAN
TEORI
A. Family
Therapy
Menurut
Kartini Kartono dan Gulo dalam kamus psikologi, family therapy (terapi keluarga) adalah Suatu bentuk terapi
kelompok dimana masalah pokoknya adalah hubungan antara pasien dengan
anggota-anggota keluarganya. Oleh sebab itu seluruh anggota keluarga dilibatkan
dalam usaha penyembuhan.
Terapi
keluarga adalah model terapi yang bertujuan mengubah pola interaksi keluarga
sehingga bisa membenahi masalah-masalah dalam keluarga. Menurut teori awal dari
psikopatologi, lingkungan keluarga dan interaksi orang tua dan anak adalah
penyebab dari perilaku maladaptive.
Minuchin
mengemukakan bahwa tujuan terapi keluarga adalah mengubah struktur dalam
keluarga dengan cara menyusun kembali kesatuan dan menyembuhkan perpecahan yang
tejadi dalam suatu keluarga.
1.
Jenis-Jenis Family Therapy
a. Teori Keluarga Bowen
Penting untuk
membedakan diri seseorang dari keluarganya. Kecemasan yang tak terkontrol
menghasilkan ketidakmampuan berfungsi keluarga. Peran Konselor sebagai pelatih
dan guru dan berkonsentrasi pada isu-isu keterikatan dan diferensiasi.
b. Teori Keluarga Psikodinamik
Pendekatan ini menggunakan
cara dan strategi psikoterapi individual dalam situasi keluarga dengan
mendorong munculnya insighttentang
diri sendiri dan anggota keluarga, untuk membantu keluarga dalam pertukaran
emosi, kontak konselor hanya sementara dan konselor akan menarik diri jika
keluarga telah mampu mengatasi problemnya secara konstruktif. Peranan Konselor
sebagai seorang guru dan interpreter pengalaman (analisis).
c. Konseling Keluarga
Ekperiental (Pengalaman)
Masalah-masalah
keluarga berakar dari perasaan-perasaan yang di tekan, kekakuan, penolakan /
pengabaian impuls-impuls, kekurangwaspadaan, dan kematian emosional. Konselor
menggunakan pribadinya sendiri. Mereka harus terbuka, spontan, empatic,
sensitive dan harus mendemonstrasikan perhatian dan penerimaan. Mereka harus
memperlakukan dengan terapi regresi dan mengajari anggota keluarga
keterampilan-keterampilan baru dalam mengkomunikasikan perasaan-perasaan secara
gamblang.
TUJUAN
Di bawah ini diringkas tujuan terapi keluarga. Seorang
ahli terapi bertemu dengan keseluruhan keluarga dan kadang-kadang dengan suatu
sub -sistem di dalam keluarga itu untuk membantu keluarga mempelajari:
1) Menyampaikan
perasaan mereka (baik positif maupun negatif), kebutuhan-kebutuhan,
keinginan-keinginan, nilai-nilai dan harapan-harapan mereka lebih terbuka,
jelas dan sungguh. Ahli terapi adalah seorang pelatih keterampilan komunikasi
yang memperkuat hubungan yang efektif.
2) Menggeser
pendekatan yang terutama difokuskan pada seorang (individu) anggota keluarga
yang dibawa sebagai “pasien” ke pendekatan yang difokuskan pada penanggulangan
penyakit yang tersembunyi,konflik dan pertumbuhan yang terhalang pada semua
anggota keluarga yang menyebabkan masalah bagi si individu itu. Hal ini dapat
mencakup sejumlah session terapi perkawinan kepada suami - istri (sub – sistem
keluarga)
3) Mencegah
dengan segera lingkaran tindakan saling memperbesar kepuasan kebutuhan di
antara para anggota keluarga.
4) Saling
memelihara dan tidak menghancurkan harga diri- masing-masing anggota keluarga.
5) Menyadari
perjanjian keluarga mereka yaitu: berbagai peraturan,peran,nilai, harapan,dan
kepercayaan yang tersirat (implisit). Kemudian merundingkan kembali suatu
persetujuan kerja yang lebih luas dan relevan yang dapat memberi kepuasan dan
pertanggung jawaban,kekuatan dan kesempatan pertumbuhan yang lebih adil.
6) Melihat
yang positif dari usaha pertumbuhan yang gagal karena perilaku para anggota
keluarga yang merintanginya. Kemudian belajar bagaimana mendorong pengungkapan
usaha pertumbuhan ini dalam cara yang lebih bersifat perwujudan diri.
7) Mengatasi
konflik yang tidak terhindarkan dalam kehidupan bersama dengan cara yang lebih
konstruktif. Dan mengenal bahwa pertumbuhan seering dapat diaktifkan justru
pada saat konflik.
8) Mengembangkan
suatu keseimbangan yang lebih sehat antara kebutuhan dan kebersamaan dan
kebutuhan akan otonomi ,dan memberi ruang gerak yang lebih besar bagi otonomi.
9) Mencoba
perilaku dan ca berinteraksi yang baru yang lebih tanggap kepada kebutuhan dari
seluruh anggota keluarga. Ini sering mencakup mengerjakan “pekerjaan rumah”
Siantar session terapi
10) Membuat
interaksi di dalam dan di antara sub–sistem keluarga itu lebih menimbulkan
pertumbuhan
11) Membuka
sistem keluarga itu dengan mengembangkan hubungan yang lebih bersifat mendukung
orang, keluarga dan lembaga di luar keluarga tersebut.
12) Menciptakan
suatu iklim antar pribadi yang paling sehat dalam keluarga itu, sehingga
membuatnya suatu lingkungan pertubuhan yang lebih baik bagi semua anggota
keluarga tersebut.
PROSES TERAPI
Family
therapy biasanya masuk kedalam kaunseling. Perhubungan
kaunseling keluarga biasanya mengikuti tahap-tahap yang boleh dijangkakan.
Walaupun pakar dalam bidang kaunseling dan terapi keluarga mungkin tidak
bersetuju tentang apakah yang patut berlaku dalam setiap tahap, tetapi
kebanyakannya bersetuju bahwa perhubungan kaunseling keluarga biasanya melalui
proses yang sama seperti berikut:
·
Tahap 1 : Tahap permulaan – Membina
perhubungan dan membuat penilaian tentang masalah keluarga yang dihadapi.
·
Tahap 2 : Tahap pertengahan –
Mengembangkan kesedaran emosi dan menerima pola ketidakfungsian keluarga.
·
Tahap 3 : Tahap akhir – Belajar
bagaimana mengubah system keluarga.
·
Tahap 4 : Penamatan – Berpisah daripada
terapi.
Tahap
Permulaan: Membina Perhubungan dan Membuat Penilaian Masalah Keluarga
Pada tahap permulaan,
kaunselor akan menerangkan tujuan dan proses terapi, peranan kaunselor dan
tanggungjawab ahli keluarga dalam sesi.
Biasanya kaunselor akan:
1. Menggunakan rapot, keyakinan dan
kepercayaan kepada kaunselor.
2. Menilai dinamik keluarga atau
interaksi dan menjelaskan masalah utama.
Pembinaan rapot adalah
kompleks karena kaunselor mesti membina perhubungan mempercayai (trust relationship) antara dirinya
dengan setiap ahli keluarga dan pada masa yang sama membantu ahli keluarga
untuk mempercayai antara satu sama lain. Seperti dalam kaunseling individu,
perhubungan yang mesra, empatik dan tulen adalah penting dalam kaunseling
keluarga. Kaunselor melayani (treat)
setiap orang ahli keluarga sebagai penting; dan meminta atau mendesak (insist) setiap ahli keluarga bercakap
untuk diri mereka sendiri dan mendengar antara satu sama lain dengan hormat.
Atau sebab-sebab ini, kaunselor meminta setiap orang ahli keluarga untuk
memberitahu apa yang mereka fikir atau anggap masalah utama dan menyatakan apa
yang mereka harapkan atau mahukan daripada keluarga.
Tahap
Pertengahan : Mengembangkan Kesedaran Emosi dan Menerima Pola Keluarga
Disfungsi
Pada tahap pertengahan,
kaunselor membantu ahli keluarga meneroka dan menganalisis dinamik mereka dan
mendapatkan kefahaman apa yang menyebabkan masalah berlaku. Kaunselor ditahap
ini biasanya lebih confrontational dan
ahli keluarga biasanya mengalami serta mengakui rasa terluka, keperitan (hurt, pain) kekecewaan dan kehilangan.
Kebimbangan bertambah bersama dengan pendedahan penuh emosi dan penentangan
terdapat pada tahap pertengahan ini.
Dalam kaunseling
keluarga, seperti juga dalam kaunseling individu, penentangan pada umumnya
dilihat sebagai petanda positif sesuatu yang menandakan bahwa keluarga lebih
dekat menghadapi (confronting)
masalahnya atau menyedarkan kaunselor yang mereka bergerak terlalu cepat.
Ketakutan kepada
perubahan (fear of change) menyumbang kepada penentang ini. Ahli keluarga
mungkin menentang kaunseling atau terapi dengan membincangkan perkara-perkara
yang superficial. Mereka mungkin juga menyoal kebolehan kaunselor untuk
memahami masalah mereka. Lain-lain bentuk penentang yang biasa pada tahap ini
ialah apabila seorang daripada ahli keluarga tidak mau bercakap kepada yang
lain atau ahli keluarga mengganggu apabila salah seorang dari pada ahli
keluarga mula mendedahkan sesuatu yang bermakna. Terdapat keadaan dimana semua
ahli keluarga menentang dengan tidak memberitahu rahasia keluarga kepada masalah
itu atau dengan menafikan bahwa orang yang terlibat telah bertambah baik.
Pemindahan mungkin juga timbul semasa ahli keluarga mempojek emosi yang tidak
selesai kepada counselor. Kounselor menolong ahli keluarga menangani (work
through) penentangan dan pemindahan dengan bersabar terhadap klien dan dengan
kepekaan serta empati bersama dengan kebimbangan dan ktakutan yang dijinakan
oleh pendedahan tentang masalah mereka. Kounselor juga membantu ibu bapa
melihat atau menyadari bahwa setengah daripada masalah mereka berpuncak
daripada konflik yang tidak diselesaikan dalam keluarga asal mereka. Memainkan
peranan atau psikodrama mungkin digunakan pada tahap ini.
DAFTAR PUSTAKA
Rashid, ABD Rahim,dkk. 2006.
InstitusiKeluargaMenghadapiCabaran ALAF
BARU. Kuala Lumpur:MAZIZA SDN.BHD
Hasnida.
2002. Family Counseling. Universitas
Sumatera Utara.
Somaryati
dan Astutik, Sri. 2013. Family Therapy Dalam Menangani Pola Asuh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar